News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Insentif Perpajakan 2021 Selama Pandemic Covid-19
by Admin - Satvika Consulting  |  April 14, 2021

Seiring dengan menurunnya perekonomian di Indonesia selama pandemic Covid-19, pemerintah Indonesia berencana memberikan insentif kepada wajib pajak dan Menteri Keuangan telah mengeluarkan PMK 23 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Covid-19.

Pemberian insentif ini awalnya direncanakan berlangsung selama 6 bulan, dari bulan April-September 2020. Akan tetapi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif ini di tahun 2021. Kebijakan tersebut tertuang dalam Kebijakan Terpadu yang dibentuk oleh Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK).

Akan tetapi, tidak semua jenis pajak dan tidak semua wajib pajak mendapatkan insentif pajak ini. Berikut ini adalah jenis pajak yang mendapatkan insentif ditengah pandemic Covid-19:

  1. PPh Pasal 21

Bentuk insentif yang diberikan yaitu berupa keringanan PPh Pasal 21 yang akan Ditanggung Pemerintah (DTP) dengan ketentuan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawai dengan penghasilan bruto dibawah Rp 200 juta per tahun sesuai dengan klasifikasi.

  1. PPh Pasal 22 Impor

Bentuk insentif yang diberikan berupa pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 Impor.

  1. PPh Pasal 25

Bentuk insentif yang diberikan berupa keringanan angsuran pajak PPh Pasal 25 dengan pengurangan sebesar 30% dari total angsuran yang seharusnya dibayar.

  1. Perpanjangan atas insentif PPh Final Jasa Konstruksi DTP atas P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) dan insentif PPh Final UMKM DTP serta percepatan restitusi PPN.

           Insentif ini juga akan diterapkan pada Kawasan Berikat (KB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu dalam hal penangguhan/pembebasan/pengembalian Bea Masuk, tidak dipungut PPN dan PPnBM dengan target yaitu korporasi, UMKM, investor, dan pemerintah daerah.

Dengan pemberian insentif ini diharapkan akan membantu perekonomian Indonesia dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.

 

 

Penulis                        : Trevhy (Mahasiswi PKL Politeknik Negeri Bali)