News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Jenis-jenis Formulir Wajib Pajak Orang Pribadi ,pakai yang mana ya??
by Admin - Satvika Consulting  |  August 09, 2020

Pajak merupakan kontribusi wajib yang berlaku bagi setiap warga negara. Wajib pajak adalah warga negara yang telah memenuhi Syarat Subjektif dan Syarat Objektif. Syarat Subjektif ialah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan dan perubahannya, sedangkan Syarat Objektif ialah Persyaratan bagi subjek pajak yang meneima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan dan perubahannya.


Wajib Pajak Orang Pribadi itu ada dua jenis, yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi Sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri dan Wajib Pajak Orang Pribadi Sebagai Subjek Pajak Luar Negeri.
Wajib Pajak Orang Pribadi Sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri antara lain : Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, Orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari, Orang pribadi yang suatu tahun pajak berada di Indonesia atau memiliki niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Sedangkan Wajib Pajak Orang Pribadi Sebagai Subjek Pajak Luar Negeri antara lain : Orang Pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau tidak berada di Indonesia selama 183 hari yang menjalankan atau melakukan kegiatan dalam bentuk usaha tetap di Indonesia, Orang Pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau tidak berada di Indoneisa selama 183 hari yang memperoleh penghasilan, tidak dari menjalankan usaha dalam bentuk usaha tetap di Indoneisa.
Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi yaitu melaporkan penghasilan SPT Tahunan dengan menggunakan Sistem Self-Assessment. SPT Tahunan itu surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkan pembayaran pajak dalam suatu tahun pajak. Selanjutnya ada hal-hal yang perlu dimiliki atau dilakukan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yaitu : Melakukan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang digunakan sebagai tanda pengenal diri
atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan, Hitung besar pajak yang terutang, Membayar pajak, Lapor SPT pajak tahunan.


Jenis-jenis Formulir Wajib Pajak Orang Pribadi:

  1. 1770 SS : Formulir ini khusus untuk wajib pajak dengan penghasilan tahunan kurang dari atau sama dengan Rp 60 juta, dan diperuntukan hanya untuk pegawai yang bekerja pada satu perusahaan.
  2.  1770 S : Formulir ini khusus untuk wajib pajak dengan penghasilan tahunan melebihi Rp 60 juta, dan diperuntukan untuk pegawai yang bekerja lebih dari satu perusahaan.
  3. 1770 : Formulir ini khusus untuk orang yang memiliki bisnis atau pekerja yang memiliki pekerjaan tertentu dan tidak memiliki ikatan kerja.

Penghitungan besaran pajak terutang atau Penghasilan Kena Pajak yang dikenakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Negeri, telah ditetapkan berdasarkan tarif Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Pasal 17. Tarif Pajak berdasarkan Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi Wajib Pajak Pribadi Dalam Negeri.

Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif Pajak
Rp.0 Sampai dengan Rp50.000.000 5%
Rp50.000.001 s.d. Rp250.000.000 15%
Rp250.000.001 s.d. Rp500.000.000 25%
Di atas Rp500.000.001 30%