News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Penerimaan Pajak di sektor Pariwisata Nasional menurun hingga 27%
by Admin - Satvika Consulting  |  April 14, 2021

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyinggung kinerja penerimaan pajak di sektor pariwisata nasional yang alami penurunan akibat pandemi COVID-19. Dikutip dari halaman news.ddtc.co.id/ Kepala Subdirektorat Dampak Kebijakan Direktorat Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Eureka Putra mengatakan bahwa hingga bulan Agustus 2020, realisasi penerimaan pajak hanya Rp. 7,6 triliun atau mengalami penyusutan sebanyak 27%. Penurunan ini terjadi sejak bulan Februari 2020 kemarin. Di tingkat internasional, Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pun mengatakan, sektor pariwisata internasional kehilangan sekitar US$ 460 miliar atau sekitar Rp 6.800 triliun pada paruh pertama tahun 2020.

Pandemi ini telah menghentikan laju pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata nasional dalam lima tahun terakhir dengan catatan setoran pajak sektor pariwisata konsisten tumbuh double digit sejak 2015 dengan pertumbuhan paling tinggi pada 2018 sebesar 23%. Dimana penerimaan pajak yang turun ini berasal dari hampir semua komponen pendukung kegiatan pariwisata seperti transportasi, akomodasi, dan jasa agen perjalanan. Satu-satunya sektor usaha yang masih tumbuh positif penerimaan pajaknya adalah dari segmen kebudayaan, hiburan, dan rekreasi. Disini pemerintah berperan untuk memberikan akses luas bagi pelaku usaha pariwisata dalam mengakses insentif pajak. Dia menyebutkan sebanyak 21 jenis bisnis yang berhubungan dengan pariwisata dapat memanfaatkan insentif, seperti pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), diskon 50% angsuran PPh Pasal 25 dan PPh final DTP UMKM.

 

 

Penulis  : Yudha

Pic          : freepik.com