News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat Bukti Potong Elektronik (e-Bukpot) per Agustus 2020
by Admin - Satvika Consulting  |  July 07, 2020

          Bukti potong atau pungut adalah dokumen berharga untuk setiap wajib pajak. Selain berfungsi sebagai kredit pajak, bukti potong adalah dokumen wajib pajak yang dapat digunakan untuk mengawasi pajak yang sudah dipotong oleh pemberi kerja. Bukti potong harus dilampirkan di penyampaian SPT Tahunan Pph. Bukti potong tersebut juga akan dipakai dalam proses cek kebenaran dari pajak yang telah di bayar.

           DJP mengungkapkan bahwa Wajib pajak berstastus Pengusaha Kena Pajak (PKP) di seluruh Indonesia wajib membuat bukti potong elektronik (e-bukpot).

         Aplikasi e-Bupot 23/26 merupakan perangkat lunak yang disediakan di laman DJP untuk membuat Bukti Pemotongan, membuat dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23/26 dalam bentuk dokumen elektronik.

       Penyampaian SPT masa PPh  pasal 23 dan/atau pasal 26 memang masih memungkinkan disampaikan  dengan bentuk hard copy (formulir kertas) pada PER-04/PJ/2017. tetapi Direktorat Jenderal Pajak mewajibkan pembuatan bukti potong elektronik melalui aplikasi e-bukpot ini per 1 Agustus 2020 Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-269/PJ/2020.

           DJP akan mengirimkan email blass untuk untuk mensosialisasikan dan sebagai sarana untuk membimbing dalam pengaplikasian e-Bukpot kepada Pengusaha Kena Pajak.

 

Penulis : Cyintia Dewi