News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Per 1 Agustus 2020, Pengajuan Surat Keberatan dilakukan Secara Elektronik
by Admin - Satvika Consulting  |  September 19, 2020

Mulai bulan ini per tanggal 1 Agustus 2020, Wajib pajak yang akan menyampaikan surat keberatan dapat dilakukan secara elektronik melalui menu e-objection  pada laman DJP online, akan tetapi wajib pajak harus mempunyai EFIN aktif terlebih dahulu untuk  melakukan registrasi akun pada laman DJP Online, dan memiliki sertifikat elektronik yang masih berlaku. Langkah ini sudah diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No.PER-14/PJ/2020 yang memuat tata cara penyampaian surat keberatan secara elektronik (e-filing).

Dikutip dari lampiran Peraturan Dirjen Pajak No.PER-14/PJ/2020 no 6 (enam) tentang  tata cara penyampaian surat keberatan secara elektronik (e-filing) adalah sebagai berikut.

  1. Wajib pajak mengakses laman DJP Online (www.djponline.pajak.go.id).
  2. Wajib pajak memilih menu e-objection pada laman DJP Online.
  3. Wajib pajak melakukan pengisian surat keberatan sesuai petujuk yang tertera dalam aplikasi dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
  4. Dalam pengisian alasan keberatan, wajib pajak dapat memilih untuk mengisi kolom yang tersedia atau melakukan unggah dokumen atasan keberatan. Dengan ketentuan :
  1. Dalam hal wajib pajak memilih untuk mengisi kolom yang tersedia, wajib pajak dapat mengisi alasan keberatan dengan maksimal 4.000 karakter.
  2. Dalam hal wajib pajak memilih untuk melakukan unggah dokumen alasan keberatan, dokumen harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. Berbentuk portable document format (pdf) dalam 1 (satu) file;
  2. Dokumen dalam bentuk pdf tersebut disarankan merupakan hasil konversi dan bukan merupakan hasil pemindaian; dan
  3. Dokumen yang diunggah memiliki ukuran maksimal 5 MB dan dapat terbaca dengan jelas.
  1. Dalam wajib pajak telah meyakini kebenaran data yang telah diisi, wajib pajak melanjutkan dengan proses penandatanganan surat keberatan.
  2.  Wajib pajak menandatangani surat keberatan menggunakan Tanda Tangan Elektronik dengan cara memasukkan passphrase dan mengunggah file sertifikat elektronik.
  3. Wajib pajak mengirim (submit) surat keberatan pada menu yang disediakan.
  4.  Atas penyampaian itu, bukti penerimaan elektronik diberikan kepada wajib pajak melalui email yang terdaftar dalam sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak.
  5. Bukti penerimaan elektronik juga dapat diunduh dalam aplikasi e-objection.
  6. Dalam hal berdasarkan hasil validasi sistem wajib pajak tidak dapat mengajukan proses penyampaian surat keberatan, wajib pajak dapat menghubungi KPP tempat wajib pajak terdaftar dan/atau tempat pengusaha kena pajak dikukuhkan atau kantor layanan informasi dan pengaduan (Kring Pajak 1500200) untuk mendapatkan klarifikasi dan/atau informasi lebih lanjut.

 

 

 

Penulis             : Wahyudi

Pic                   : freepik.com