News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

PPN Atas Barang dan Jasa Dapat Dikreditkan
by Admin - Satvika Consulting  |  August 09, 2020

Setelah DJP resmi menunjuk perusahaan untuk ditetapkan sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-12/PJ/2020 – yang menjadi aturan turunan dari PMK 48/2020 – ada sejumlah batasan kriteria tertentu meliputi nilai transaksi dengan pembeli dalam setahun dan jumlah traffic atau pengakses di Indonesia. Baca selengkapnya  Pemungut PPN PMSE Akan Dapat Nomor Identitas Perpajakan

Perusahaan yang telah ditunjuk nantinya akan memungut PPN sebesar 10% mulai 1 Agustus 2020 mendatang. DJP juga menyempurnakan peraturan perpajakan ini bahwa besarnya PPN yang dipungut dapat dikreditkan dengan syarat sebagai berikut :

PPN yang dibayarkan kepada pelaku usaha luar negeri atas pembelian barang atau jasa lewat PMSE yang digunakan dalam kegiatan usaha, dapat diklaim sebagai pajak masukan oleh pengusaha kena pajak (PKP). Untuk dapat mengkreditkan pajak masukan, PKP harus memberitahukan nama dan NPWP kepada pembeli untuk dicantumkan pada bukti pungut PPN agar memenuhi syarat sebagai dokumen yang dipersamakan dengan faktur pajak. Apabila bukti pungut belum mencantumkan informasi nama dan NPWP pembeli maka pajak masukan tetap dapat dikreditkan. Ini bisa dilakukan sepanjang bukti pungut PPN produk digital mencantumkan alamat email pembeli yang terdaftar sebagai alamat email PKP pada sistem informasi DJP.

PPN produk digital juga tetap bisa dikreditkan jika terdapat dokumen yang menunjukkan akun pembeli pada sistem elektronik penjual memuat nama dan NPWP pembeli atau alamat email sebagaimana dimaksud di atas.

 

 

 

 

Penulis        : Wahyudi

PIC              : https://bit.ly/3feu9Hp