News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Serba-Serbi Tarif Pajak atas Minuman Beralkohol
by Admin - Satvika Consulting  |  April 14, 2021

Peredaran minuman beralkohol masih dianggap tabu di sebagian besar daerah di Indonesia. Selain karena larangan agama, minuman beralkohol juga dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan serta lingkungan sosial jika diedarkan di lingkungan yang dekat dengan anak-anak.

Pemerintah memandang perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian atas peredaran minuman beralkohol. Setiap pemakaiannya akan dikenakan tarif tertentu sehingga dapat memberikan keadilan dan keseimbangan peredarannya. Selain itu, peningkatan tarif atas minuman beralkohol juga dapat menambah pemasukan kepada negara.

Maka dari itu, per 1 Januari 2019, pemerintah melakukan penyesuaian atas tarif cukai atas minuman beralkohol tersebut yang tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol.

Adapun tarif-tarifnya adalah:

  1. Untuk semua jenis etil alkohol dengan kadar berapapun dikenakan tarif sebesar Rp20.000/liter.
  2. Sementara itu, untuk minuman mengantung etil alkohol digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu:
  • Golongan A (kadar di bawah 5%) sebesar Rp15.000/liter untuk produksi dalam negeri maupun impor.
  • Golongan B (kadar 5%-20%) sebesar Rp33.000/liter untuk produksi dalam negeri dan Rp44.000/liter untuk produksi impor.
  • Golongan C (kadar di atas 20%) sebesar Rp80.000/liter untuk produksi dalam negeri dan Rp139.000/liter untuk produksi impor.
  1. Untuk konsentrat yang mengantung etil alkohol dalam bentuk padat atau cair dengan kadar berapapun, dikenakan Rp1.000/gram dengan berat jenis 0,7892 kg/liter.

Masyarakat dapat melihat proses pengenaan cukai ini di lapangan. Contohnya pada minuman mengandung etil alkohol, bila tidak terdapat pita cukai yang terlilit di leher botol menandakan bahwa minuman tersebut ilegal sehingga selanjutnya dapat ditindaklanjuti ke ranah pengadilan. Untuk mengecek keasliannya, dapat dilakukan dengan menyorot sinar UV pada pita cukai untuk melihat 3 untaian invisible colour berwarna biru muda-emas-jingga. Selain itu, harga jual eceran yang tertera pada pita cukai juga akan memudar menjadi warna hijau.

Pengenaan cukai pada minuman beralkohol juga diamini oleh berbagai negara di dunia. Menurut WHO, pada 2012, 155 negara di dunia telah mengenakan pajak cukai untuk minuman beralkohol. Rata-rata tarif cukai yang dikenakan sebesar 17,3% dari harga final yang dijual ke konsumen. Bahkan, penjualan alkohol dilarang di beberapa negara non-pajak. Hal ini guna semakin menekan konsumsi minuman beralkohol oleh masyarakat.

 

 

Penulis                  : Surya (PKL Universitas Gadjah Mada)