News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

SISTEM PELAYANAN PAJAK DI ERA NEW NORMAL
by Admin - Satvika Consulting  |  April 14, 2021

Masa pandemi Covid-19 dalam delapan bulan terakhir memang menyurutkan roda perekonomian nasional. Dampaknya membuat setoran pajak menurun drastis selama semester pertama 2020 ini. Namun bukan berarti aktivitas pelaporan maupun layanan perpajakan terhenti. Sejumlah kiat dilakukan agar layanan perpajakan tetap informatif, sesuai target negara namun nyaman dan aman sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia berpendapat skenario new normal yang adaptif perlu dilakukan, tentunya dengan tetap mempertimbangkan studi epidemiologis dan juga kesiapan regional. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi risiko kesehatan maupun risiko sosial-ekonomi dari wabah Covid-19. 

New normal merupakan paradigma hidup baru yang berdamai dengan Covid-19 (seperti hidup sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu pola hidup sehat dan bersih serta memakai masker) sepanjang vaksinnya belum ditemukan. New normal telah mengubah manusia dalam bersosialisasi, berinteraksi, berkomunikasi, dan berusaha.  Seluruh aspek kehidupan yang terdampak diminta harus kembali berjalan normal layaknya sistem kehidupan normal. Pun, halnya dengan sistem pelayanan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Saat new normal diberlakukan, otoritas pajak harus memberlakukan protokol kesehatan khusus bagi wajib pajak yang akan menerima layanan.

Dengan new normal, pelayanan perpajakan tetap dapat berlangsung sebagaimana saat belum timbulnya Covid-19. Hanya diperlukan sedikit penyesuaian dengan kondisi pembatasan sosial karena pelayanan diberikan oleh pegawai otoritas pajak dengan protokol khusus di KPP. Untuk mendukung tatanan kerja baru atau new normal ini, KPP melakukan pembenahan prosedur kerja, sarana dan prasarana.

Petugas diharuskan melakukan salam tanpa jabat tangan, mengatur tata letak tempat duduk antrian secara berjarak dan, menggunakan face shield bagi pegawai. Sebelum memasuki kantor, pegawai dan wajib pajak diwajibkan melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun,dan diharuskan menggunakan hand sanitizer dan tisu untuk kebersihan tangan. Selain itu, wajib pajak maupun pegawai, diwajibkan menggunakan masker selama prosedur pelayanan berlangsung. Petugas TPT juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk meneliti dokumen yang diterima KPP Pratama Bengkulu, serta melakukan imbauan melalui pesan-pesan kesehatan atau pengumuman terkait kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 yang terpasang di berbagai sudut ruangan.

Protokol kesehatan juga diterapkan bagi wajib pajak yang mendatangi KPP, antara lain wajib mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak saat menunggu, melakukan pengecekan suhu tubuh di pos satpam, dan tidak melakukan kontak fisik baik sesama wajib pajak maupun dengan pegawai. Selain itu, KPP  telah menyiapkan prosedur pengambilan antrean secara online bagi wajib pajak. Wajib pajak yang memerlukan layanan perpajakan dengan bertemu langsung dengan petugas, harus membuat temu janji dengan mengambil antrean secara online sebelum hadir untuk mencegah terjadinya penumpukan antrian. Pengambilan antrean dapat dilakukan secara online melalui media sosial dan kontak telepon yang disediakan.

Meskipun layanan tatap muka mulai dibuka, ada beberapa layanan wajib pajak yang diarahkan melalui online dan saluran alternatif lainnya. Wajib pajak tetap dapat memanfaatkan layanan online dan berkomunikasi dengan KPP. Layanan tersebut antara lain pendaftaran NPWP, pelaporan SPT melalui e-filing, Surat Keterangan Fiskal (SKF), Aktivasi serta permintaan kembali EFIN, Permintaan surat keterangan fiskal,. Pendaftaran NPWP melalui e-registration, Pengajuan permohonan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), Klaim VAT refund bagi turis, Validasi pembayaran PPh Final atas PHTB,   Pengajuan permohonan insentif terkait wabah COVID-19, Permintaan informasi umum perpajakan. Untuk layanan tersebut, wajib pajak dapat mengakses secara daring melalui laman www.pajak.go.id.

Penulis : Ni Kadek Ayu Tiara Krispyantika, Universitas Politeknik Negeri Bali