News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

SUMBANGAN PENANGANAN COVID-19, DAPAT DIJADIKAN PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
by Admin - Satvika Consulting  |  September 19, 2020

Dalam masa pandemic ini pemerintah memberikan fasilitas perpajakan terhadap Wajib Pajak yang memberikan sumbangan untuk penanganan Covid-19. Pemberian fasilitas ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 2020 yang mana mulai berlaku pada 10 Juni 2020. disebutkan bahwa sumbangan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Sumbangan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah besarnya nilai sumbangan yang dikeluarkan untuk penanganan Covid-19 yang artinya sumbangan ini dapat dikurangkan sebesar 100%. Akan tetapi sumbangan ini harus disampaikan terlebih dahulu oleh wajib pajak kepada penyelenggara pengumpulan sumbangan.

Adapun penyelenggara pengumpulan sumbangan meliputi Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan. Lembaga penyelenggara pengumpulan sumbangan adalah badan yang memperoleh izin penyelenggaran pengumpulan sumbangan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sumbangan tersebut dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dengan dua syarat yaitu didukung oleh bukti penerimaan sumbangan, dan diterima oleh penyelenggara pengumpulan sumbangan yang memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Bukti penerimaan sumbangan paling sedikit memuat informasi berupa nama, alamat, dan NPWP pemberi sumbangan dan penyelenggara pengumpulan sumbangan, tanggal pemberian sumbangan, bentuk sumbangan, dan nilai sumbangan.

Atas sumbangan yang telah dikurangkan sebagai pengurang penghasilan bruto berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 93/2010, tidak dapat dikurangkan sebagai pengurang penghasilan bruto berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.

 

 

 

Penulis       : Wahyudi

Pic              : https://bit.ly/3deLuxW