News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Tips cara menggunakan e-Bukpot
by Admin - Satvika Consulting  |  September 19, 2020

Pelaporan administrasi pajak kini mulai dipermudah dengan adanya sistem pelaporan online seperti pengisian dan pelaporan SPT.

Kini SPT masa PPh pasal 23/36 DJP sudah mewajibkan wajib pajak untuk melaporkan secara online atau melalui e-bupot sesuai dengan keputusan Dirjen pajak No.KEP-599/PJ/2019

e-bupot 23/26 merupakan software yang disedikan di website DJP yaitu di www.pajak.go.id atau bisa juga ditemukan pada pihak yang bekerjasama dengan DJP untuk membuat bukti potong 23/26 dan membuat dan melaporkan SPT masa PPh 23/26 dalam bentuk dokumen elektronik

Terdapat enam maanfaat e-bukpot.

  1. Tampilan yang simple
  2. Mempunyai fitur tanda tangan elektronik
  3. Berbasis web sehingga tidak perlu proses instal
  4. Mempermudah sistem administrasi
  5. Keamanan data terjamin
  6. penomoran bukti potong di-generate oleh sistem dan unik per pemotong.

 

 Wajib pajak dapat menggunakan e-bukpot mulai tanggal 1 agustus 2020 yang memenuhi kriteria seperti dengan status PKP yg terdafatar di KPP, PKP memiliki pemotongan PPh pasal 23/26 lebih dari 20 bukti potong dalam satu masa pajak

 

Wajib Pajak berstatus PKP dapat meneribtkan bukti potong dengan jumlah penghasilan bruto lebig dr 100jt dalam satu bukti potong dan pkp sudah pernah menyampaikan SPT masa secara elektronik

Berikut  cara mengaktivasi menu e-bupot di DJP Online

  1. silakan akses DJP Online.
  2. Isi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password dan kode keamanan (captcha).
  3. masuk ke menu Profil.
  4. klik Aktivasi Fitur Layanan.
  5. Lalu, centang e-bupot PPh Pasal 23/26.
  6. klik Ubah Fitur Layanan.

Bila berhasil, Anda akan menerima notifikasi Sukses.

  1. Setelah itu, silakan melakukan Login DJP kembali.
  2. Di menu dashboard, pilih Lapor. Nanti, di sebelah kanan, Anda akan melihat menu e-bupot.

            Selesai

 

Penulis Cyintia

Pic : freepik.com