Ekonomi Baru Pulih, PPN Meningkat? Bisa Picu Inflasi dan Pengangguran

by Admin  |  13 Jun 2022

Sejak 1 April 2022 lalu tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) meningkat dari yang awalnya 10% menjadi 11%. Peningkatan ini terjadi di tengah perekonomian yang baru saja pulih akibat pandemi Covid-19. Ekonom Institude for Development of Economics and Finance (INDEF), Abdul Manap Pulungan berkata “Kenaikan tarif PPN saling terkait serta tak terbatas dampaknya hanya pada satu sektor atau kalangan tertentu. Walaupun ada beberapa barang yang bebas PPN. Pemerintah melihat menaikkan PPN saat ini adalah waktu yang tepat karena tujuannya menambah APBN. Jika sebagai rakyat mau gimana lagi, kita hanya menerima tapi amat sangat disayangkan terlebih lagi ekonomi baru mulai bergerak” saat dihubungi oleh Detik.com pada Senin, 18 April 2022.

Kenaikan tarif ini juga berdampak pada tingkat inflasi di Indonesia untuk beberapa waktu ke depan. Peningkatan inflasi yang tak terkendali dapat memicu terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga, akan sangat berpengaruh jika terjadi penurunan daya beli masyarakat. Dari sisi sektor riil, peningkatan inflasi menyebabkan harga-harga meningkat akibat dari biaya produksi yang naik. Para produsen yang tidak memiliki keberanian untuk menaikkan harga dan memilih mengurangi margin keuntungan, maka hal ini akan berdampak kepada terancamnya nasib para karyawan hingga dapat menyebabkan PHK yang berujung pada meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.

Peningkatan inflasi yang tak terkendali juga berpegaruh pada tingkat kemiskinan masyarakat yang kian bertambah jumlahnya. Masyarakat dengan kondisi rentan miskin atau pekerja infomal mungkin akan mengalami kondisi ini jika harga barang terus meningkat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menambahkan peningkatakn inflasi akan menyebabkan tekanan bagi para pelaku usaha kecil. Margin keuntungan yang didapat akan lebih rendah disebabkan oleh bahan baku yang meningkat. Selain itu permintaan di pasar bisa saja menurun akibat dari kenaikan harga.

 

Penulis

Ni Putu EkaWahyu Pratiwi

Prev  Next