News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Wajib Pajak UMKM Wajib Melaporkan Omzetnya Mulai Tahun Depan
by Admin - Satvika Consulting  |  January 17, 2022

Direktorat Jendral Pajak akan mengeluarkan ketetapan baru tentang Pajak Penghasilan Final UMKM menjelang diberlakukannya ketentuan PPh dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) di tahun depan.

Neilmaldrin Noor selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jendral Pajak menyebutkan bahwa wajib pajak UMKM akan diwajibkan untuk melaporkan omzet mulai tahun depan. Kewajiban ini  juga akan berlakukan bagi wajib pajak UMKM dengan omzet yang belum melebihi Rp500 juta.

Neilmaldrin Noor juga menjelaskan mekanisme pelaporan omzet bagi wajib pajak UMKM sedang dirancang pemerintah dan akan dituangkan ke dalam Peraturan Menteri Keuangan. Direktorat Jendral Pajak juga akan mensosialisasikan ketentuan dalam UU HPP, termasuk PTKP bagi wajib pajak orang pribadi UMKM, secara bertahap dan terus menerus sehingga wajib pajak UMKM ingat kewajiban perpajakannya.

Seperti diketahui, ketentuan mengenai batasan omzet atau peredaran bruto tidak kena pajak adalah klausul baru yang disepakati pemerintah dan DPR untuk dimasukkan ke dalam UU PPh melalui UU HPP.

Dengan adanya ketentuan tersebut, wajib pajak orang pribadi UMKM yang omzetnya tidak mencapai Rp500 juta dalam 1 tahun pajak, tidak wajib membayar PPh final UMKM dengan tarif 0,5%.

Bila omzet wajib pajak melampaui Rp500 juta maka hanya setiap omzet di atas Rp500 juta saja yang dikenai PPh final UMKM sebesar 0,5%. Contoh, seorang wajib pajak orang pribadi memiliki omzet Rp1,2 miliar dalam setahun maka hanya omzet senilai Rp700 juta saja yang dikenai PPh final.

"Ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah untuk mendorong dan memberikan insentif kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, khususnya yang menjalankan usaha mikro dan kecil," tutur Neilmaldrin.

 

Penulis             : Adm Satvika