News

Update terbaru seputar dunia ekonomi

Jadilah Wajib Pajak yang Bijak di Tengah Pandemi Covid-19
by Admin - Satvika Consulting  |  April 14, 2021

Banyak hal tak terduga terjadi di tahun 2020 dan yang paling fenomenal adalah adanya pandemi Covid-19 yang menghantam hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Dunia perpajakan pun terkena dampak dari ganasnya pandemi Covid-19. Penerimaan pajak sudah pasti turun akibat menurunnya aktivitas ekonomi. Selain berdapampak pada ekonomi, pandemi Covid-19 juga berdampak sangat besar pada kesehatan masyarakat di banyak negara. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional, dengan fokus pada belanja untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, serta pemulihan perekonomian.

Pemerintah memerlukan dana besar untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan membantu ekonomi masyarakat agar tidak semakin terpuruk. Angka defisit menunjukkan kesehatan keuangan suatu negara. Semakin besar angkanya berarti semakin tinggi pula utangnya. Namun demikian, pemerintah tentu saja telah memperhitungkan untuk memilih langkah efektif yang terkait dengan kebijakan perpajakan agar masyarakat tetap dapat bertahan dari sisi ekonomi dalam kondisi disrupsi krisis Covid-19. Dalam hal ini stabilitas ekonomi sangat diperlukan dalam kondisi krisis dan kebijakan perpajakan yang tepat diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi perekonomian. 

Adanya kebijakan pajak yang bisa mengurangi beban pajak atau penundaan pembayaran pajak akan membantu masyarakat dalam menghadapi masalah penurunan ekonomi. Dengan adanya pengurangan pajak diharapkan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas usahanya sehingga perekonomian tetap berjalan seagaimana mestinya.

Berbagai kondisi di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada stabilitas perekonomian tidak menutup kemungkinan terjadinya penghindaran pajak dikalangan para usaha. Perilaku negatif pelaku usaha yang demikian tentu saja memiliki efek negatif pada penerimaan pajak. Kurangnya penerimaan pajak berdampak pada perlambatan belanja negara yang akan semakin membebani pemerintah dalam upaya memulihkan kondisi perekonomian karena adanya pandemik.

Oleh karena itu, maka diperlukan kesadaran bahwa ketidakpatuhan pajak akan menyebabkan masalah dalam penyediaan kebutuhan publik, kesadaran bahwa pajak yang dibayar adalah untuk kesejahteraan masyarakat. DJP akan selalu berupaya membangun kesadaran dan kepedulian serta sukarela wajib pajak, karena kegiatan ini sangat berkorelasi secara signifikan dengan pencapaian target penerimaan pajak. Bahkan Dirjen pajak menyatakan bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat adalah tantangan utama DJP. Maka dari pada itu jadilah wajib pajak yang bijak untuk taat membayar pajak di tengah krisis tanpa mengharapkan imbalan langsung dari negara.

Oleh : Ni Kadek Ayu Tiara Krispyantika

Universitas : Politeknik Negeri Bali